Seks
adalah kata yang sangat tidak asing di telinga kita, tetapi anehnya
seringkali kita merasa tabu dan agak malu-malu jika menyinggungnya. Nah,
kemudian agar kita dapat membicarakan dan mendiskusikannya dengan bebas
terbuka, maka para ahli bahasa dan ilmuwan pun membuat seks ini menjadi
ilmiah dengan menambahkan akhiran “-tas” dan “-logi” menjadi
“seksualitas” dan “seksologi”, sehingga jadilah seksualitas adalah untuk
dibahas dan didiskusikan, seksologi adalah untuk ditulis secara ilmiah,
dan seks adalah untuk dialami dan ‘dinikmati’.
Di
dalam kamus, seks sebenarnya mempunyai dua arti, yaitu seks yang
berarti jenis kelamin atau gender, dan seks yang berarti senggama atau
melakukan aktivitas seksual, yaitu hubungan penyatuan antara dua
individu dalam konteks gender di atas.
Hampir
masyarakat berpendapat bahwa perlu adanya pengaturan penyelenggaraan
hubungan seks. Sebab, dorongan seks itu begitu besar pengaruhnya
terhadap manusia seperti nyala api yang berkobar. Api itu bisa
bermanfaat bagi manusia, akan tetapi dapat menghancurkan peradaban
manusiawi. Demikian pula dengan seks, bisa membangun kepribadian
seseorang, akan tetapi juga bisa menghancurkan sifat-sifat kemanusiaan.
Variasi
dari pengaturan dari penyelenggaraan seks bisa kita lihat pada
tradisi-tradisi seksual pada bangsa-bangsa primitif di bagian-bagian
dunia. Dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi dan ilmu
pengetahuan serta komunikasi terjadilah banyak perubahan sosial yang
serba cepat pada hampir semua kebudayaan manusia. Perubahan sosial
tersebut mempengaruhi kebiasaan hidup manusia, sekaligus juga
mempengaruhi pola-pola seks yang konvensional. Maka pelaksanaan seks itu
banyak dipengaruhi oleh penyebab dari perubahan sosial, antara lain
oleh : urbanisasi, mekanisasi, alat kontrasepsi lamanya pendidikan,
demokratisasi fungsi wanita dalam masyarakat, dan modernisasi. Sebagai
efek samping yang ditimbulkan ada kalanya terjadi proses keluar dari
jalur dari pola-pola seks, yaitu keluar dari jalur-jalur konvensional
kebudayaan. Pola seks dibuat menjadi hyper modern dan radikal, sehingga
bertentangan dengan system regulasi seks yang konvensional, menjadi seks
bebas. Sedangkan pengertian dari seks bebas itu sendiri adalah hubungan
seksual yang dilakukan pra nikah (tanpa menikah), Sering berganti
pasangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar